Kau tahu
Perasaan bila seseorang muncul dan memberi kau harapan
Namun tiba-tiba harapan itu lenyap?
Syukur
Aku pernah rasa yang lebih teruk dari ini
Lalu aku mampu kawal hati
Mampu kawal minda
Supaya tak patah semangat
Tersungkur, lelah tak mampu bangun.
Bahaya.
Terima kasih untuk harapan yang singkat itu.
Paling paling aku tahu hati ini masih berfungsi.
Showing posts with label 2014. Show all posts
Showing posts with label 2014. Show all posts
Friday, December 12, 2014
Harapan
Labels:
2014,
Confession,
Disappointment,
Experience,
Life,
Love
Wednesday, November 26, 2014
Hati Jeli.
Bila hati macam jeli,
Segala benda nak terasa,
Pantang dicuit, gelabah rasa.
Bila hati macam jeli,
Benda biasa macam berduri,
Gurauan rasa macam sindiran,
Apatah lagi kalau dimaki.
Bila hati macam jeli,
Orang keliling jadi benci,
Segala benda nak kena hati-hati,
Takut nanti terasa hati.
Nasib manusia berhati jeli,
Bukan mengada, cuma sensitif,
Minta semua memahami,
Manusia yang berhati jeli.
Friday, October 17, 2014
Monday, August 25, 2014
First Love.
People said first love is hard to forget.
Indeed.
First person that you love truly.
First person that makes you feel appreciated, loved, accepted, needed.
How can they be forgotten?
The way that they made us feel and those happy memories created
Makes it hard to forget.
#Ithasbeenfouryearssincethen#
Sunday, August 3, 2014
Awkward.
Janggal.
Duduk berhadapan,
saling tersenyum,
yang terzahir,
mungkinkah apa yang di hati?
Berubah.
Yang di depan mata
bukan lagi sama
seperti tahun tahun yang lalu.
Sungguh, aku rindu kau yang dulu.
Labels:
2014,
Aidilfitri,
Blogged,
Confession,
Life,
Rindu,
Sahabat,
Wish
Sunday, April 6, 2014
Soalnya Hati
Soal hati tak boleh dibuat main,
sudah lumrahnya hati wanita itu,
lembut dan senang terusik.
Kalau betul apa yang dikata,
tak mengapa.
Kalau hanya gurauan,
hentikanlah.
Mungkin kau rasa ia hanya kata kata tanpa makna,
Tapi pada hati yang merasa?
sudah lumrahnya hati wanita itu,
lembut dan senang terusik.
Kalau betul apa yang dikata,
tak mengapa.
Kalau hanya gurauan,
hentikanlah.
Mungkin kau rasa ia hanya kata kata tanpa makna,
Tapi pada hati yang merasa?
Subscribe to:
Posts (Atom)
